Wakatobi Update hadir sebagai sumber informasi terpercaya yang menyajikan berita terkini, edukasi, dan perkembangan daerah bagi masyarakat di empat gugus kepulauan Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Sebagai portal informasi, Wakatobi Update berkomitmen menghadirkan berita yang cepat, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat di seluruh wilayah Wakatobi, meliputi Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. 

Wakatobi Update berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan terpercaya kepada masyarakat di seluruh wilayah Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Wakatobi Update adalah media informasi yang berkomitmen memberikan berita dan update terpercaya, menjangkau seluruh masyarakat di wilayah Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Search

Empat Pokdarwis di Wakatobi Uji Coba Paket Ekowisata, Angkat Potensi Budaya dan Sejarah Lokal

  • Share this:
Empat Pokdarwis di Wakatobi Uji Coba Paket Ekowisata, Angkat Potensi Budaya dan Sejarah Lokal

Wakatobi Update – Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari empat desa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menggelar uji coba paket ekowisata bagi sejumlah wisatawan pada 18–21 September 2024.

Empat kelompok yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Tee La Ganda dari Desa Balasuna Selatan (Kecamatan Kaledupa), Poassa Nuhada dari Desa Kulati (Kecamatan Tomia Timur), Community Based Tourism (CBT) Tadu Sangia dari Desa Dete (Kecamatan Tomia Timur), serta CBT One Soea dari Desa Kollo Soha (Kecamatan Tomia).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Muhidin, mengatakan sektor pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, diperlukan inovasi dalam pengembangan paket wisata agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.

“Selain wisata bahari, Wakatobi memiliki potensi wisata sejarah dan budaya yang kaya. Potensi ini perlu ditonjolkan agar semakin dikenal luas,” ujarnya.

Dalam uji coba ini, para wisatawan diajak mengeksplorasi berbagai destinasi berbasis sejarah dan budaya. Mulai dari kunjungan ke situs budaya Puo Nu Futa di Desa Balasuna Selatan, penelusuran hutan adat Liang Kuri-Kuri di Desa Kulati, hingga menyaksikan pertunjukan tari Hekulu-Kulu di Desa Kollo Soha. Wisatawan juga diperkenalkan pada proses pembuatan tenun dan kerajinan tangan khas Wakatobi.

Ketua Pokdarwis Poassa Nuhada, Nyong Tomia, menjelaskan bahwa pengenalan sejarah dan budaya melalui pariwisata menjadi salah satu upaya pelestarian oleh generasi muda.

“Kami melibatkan tokoh masyarakat untuk menceritakan sejarah, budaya, hingga mitos dan kearifan lokal kepada wisatawan,” katanya.

Selain itu, paket wisata yang diuji coba juga mengusung konsep “live in”, di mana wisatawan tinggal langsung bersama masyarakat lokal. Mereka diajak merasakan kehidupan sehari-hari warga, mulai dari menginap di rumah penduduk, menikmati makanan khas, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat desa.

Ketua CBT Tadu Sangia, Jamarudin, menyebut konsep ini memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

“Wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat setempat,” jelasnya.

Sementara itu, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut mendukung pengembangan ekowisata di Wakatobi melalui pendekatan Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (SIGAP). Program ini dilakukan bersama Balai Taman Nasional Wakatobi untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola pariwisata berkelanjutan.

Koordinator Program Wakatobi YKAN, La Ode Arifudin, mengatakan pengembangan ekowisata difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Ekowisata yang dikembangkan menekankan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan budaya,” ujarnya.

Melalui uji coba ini, diharapkan paket ekowisata berbasis masyarakat di Wakatobi semakin berkembang dan mampu menjadi daya tarik baru, tidak hanya dari sisi keindahan alam bawah laut, tetapi juga kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki.

Admin Dou

Admin Dou

Editor Wakatobi Update

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Wakatobi Update menggunakan cookie untuk memastikan kenyamanan pengguna serta meningkatkan kualitas layanan dan konten. Dengan terus mengakses situs ini, Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami. Cookie Policy