Wakatobi Update berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan terpercaya kepada masyarakat di seluruh wilayah Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Wakatobi Update hadir sebagai sumber informasi terpercaya yang menyajikan berita terkini, edukasi, dan perkembangan daerah bagi masyarakat di empat gugus kepulauan Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Wakatobi Update adalah media informasi yang berkomitmen memberikan berita dan update terpercaya, menjangkau seluruh masyarakat di wilayah Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Sebagai portal informasi, Wakatobi Update berkomitmen menghadirkan berita yang cepat, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat di seluruh wilayah Wakatobi, meliputi Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. 

Search

Tradisi Parimpari di Kapota Buktikan Hasil, Tangkapan Gurita Meningkat Signifikan

  • Share this:
Tradisi Parimpari di Kapota Buktikan Hasil, Tangkapan Gurita Meningkat Signifikan

KAPOTA – Balai Taman Nasional (TN) Wakatobi turut berpartisipasi dalam pembukaan masa Parimpari di Pantai Kolo Owa, Pulau Kapota, Kamis (26/1/2023). Tradisi Parimpari merupakan kearifan lokal masyarakat adat Kadie Kapota dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.

Parimpari adalah sistem penutupan sementara wilayah tangkap yang diberlakukan selama tiga bulan. Penutupan ini dilakukan melalui musyawarah adat oleh Sara Kapota atau lembaga Masyarakat Hukum Adat (MHA) setempat, dengan tujuan memberikan waktu pemulihan bagi ekosistem laut sebelum kembali dimanfaatkan.

Hasil dari penerapan kearifan lokal ini terlihat jelas saat hari pembukaan. Berdasarkan keterangan nelayan, sebelum Parimpari mereka hanya mampu menangkap sekitar dua ekor gurita dengan bobot rata-rata 7 ons. Namun setelah masa penutupan, hasil tangkapan meningkat menjadi sekitar 4 hingga 5 ekor dengan bobot rata-rata mencapai 2 kilogram.

Dari hasil pendataan, tangkapan terbesar pada pembukaan kali ini mencapai 3 kilogram, sementara yang terkecil sekitar 8 ons. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas Parimpari dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Kegiatan ini merupakan pembukaan kawasan pemanfaatan yang kedua, setelah sebelumnya juga dilaksanakan pada tahun 2022 dengan hasil yang serupa.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan wilayah Parimpari dilakukan oleh Sara Kedie Kapota melalui pemangku wati manao atau pengawas laut, bekerja sama dengan Balai TN Wakatobi serta instansi terkait lainnya.

Tradisi Parimpari menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal mampu mendukung konservasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sumber: Balai Taman Nasional Wakatobi

Admin Dou

Admin Dou

Editor Wakatobi Update

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Wakatobi Update menggunakan cookie untuk memastikan kenyamanan pengguna serta meningkatkan kualitas layanan dan konten. Dengan terus mengakses situs ini, Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami. Cookie Policy