Wakatobi Update hadir sebagai sumber informasi terpercaya yang menyajikan berita terkini, edukasi, dan perkembangan daerah bagi masyarakat di empat gugus kepulauan Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Wakatobi Update adalah media informasi yang berkomitmen memberikan berita dan update terpercaya, menjangkau seluruh masyarakat di wilayah Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Wakatobi Update berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan terpercaya kepada masyarakat di seluruh wilayah Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Sebagai portal informasi, Wakatobi Update berkomitmen menghadirkan berita yang cepat, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat di seluruh wilayah Wakatobi, meliputi Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. 

Search

Menteri Nusron Pesan 568 Lulusan Politeknik Agraria STPN Jaga Integritas

  • Share this:
Menteri Nusron Pesan 568 Lulusan Politeknik Agraria STPN Jaga Integritas

SLEMAN, WAKATOBI UPDATE — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menitipkan pesan penting kepada 568 lulusan Politeknik Agraria STPN agar selalu menjaga integritas dalam menjalankan tugas di mana pun mereka bekerja.

Pesan tersebut disampaikan Nusron saat mewisuda 568 Taruna dan Taruni Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik 2025/2026 di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, Sabtu (5/9/2026).

Nusron mengatakan, pekerjaan di bidang agraria dan pertanahan memiliki tanggung jawab yang besar karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Di mana pun Saudara bekerja, integritas harus dijaga,” tegas Nusron.

Ia menjelaskan bahwa persoalan tanah tidak hanya berkaitan dengan dokumen administrasi. Tanah dapat menyangkut tempat tinggal, sumber mata pencaharian, investasi, pembangunan, hingga masa depan sebuah keluarga.

Karena itu, lulusan Politeknik Agraria STPN diminta menggunakan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan secara profesional serta tetap menjunjung tinggi tanggung jawab moral.

Wisuda Perdana Politeknik Agraria STPN

Wisuda tahun akademik 2025/2026 menjadi momentum khusus bagi Politeknik Agraria STPN karena merupakan wisuda perdana setelah transformasi dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN).

Menurut Nusron, transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kita membutuhkan SDM yang memahami persoalan pertanahan secara utuh, menguasai teknologi, mampu bekerja secara profesional, dan yang paling penting, memiliki integritas,” ujarnya.

Nusron hadir dalam acara tersebut bersama Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan dan sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN.

Selain memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati, Nusron juga memberikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang selama ini mendukung proses pendidikan para lulusan.

Penghargaan juga disampaikan kepada dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh civitas academica Politeknik Agraria STPN yang telah berperan dalam mempersiapkan generasi baru di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Prosesi wisuda ditandai dengan penyerahan ijazah oleh Menteri Nusron dan Wakil Menteri Ossy Dermawan. Setelah itu, dilakukan pelepasan atribut serta penyerahan Kartu Anggota Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (KAPTI) Agraria.

Tiga Lulusan Raih Predikat Terbaik

Dalam wisuda tersebut, tiga taruna dan taruni berhasil meraih predikat lulusan terbaik.

Susana Nadia Putri Betan, taruni tugas belajar dari Kanwil BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi lulusan dengan IPK tertinggi, yakni 3,94.

Posisi berikutnya diraih Novita Ayu Kustianingsih, taruni tugas belajar dari Kanwil BPN Provinsi Riau, dengan IPK 3,91.

Sementara Ni Luh Putu Ananda Pertiwi, taruni tugas belajar dari Kanwil BPN Provinsi Lampung, meraih IPK 3,90.

Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad menyebut wisuda perdana tersebut sebagai momentum istimewa bagi para lulusan maupun seluruh civitas academica.

Ia berharap para lulusan dapat membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kelulusan hari ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan perjuangan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan,” tutur Sri Yanti.

Integritas Jadi Bekal Melayani Masyarakat

Pesan Menteri Nusron tentang integritas menjadi relevan bagi para lulusan yang nantinya akan terlibat langsung dalam pelayanan pertanahan di berbagai daerah.

Bagi daerah kepulauan seperti Wakatobi, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami persoalan pertanahan secara profesional sekaligus peka terhadap kondisi masyarakat juga memiliki arti penting.

Persoalan tanah tidak hanya menyangkut kepastian administrasi dan hukum, tetapi juga dapat berkaitan dengan ruang hidup masyarakat, pembangunan, kepentingan ekonomi, serta keberlanjutan wilayah.

Karena itu, profesionalisme dan integritas menjadi modal penting agar pelayanan pertanahan benar-benar memberikan kepastian dan manfaat bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya masa pendidikan, 568 lulusan Politeknik Agraria STPN kini memasuki tahap baru untuk mengabdikan ilmu yang mereka miliki di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Admin Dou

Admin Dou

Editor Wakatobi Update

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Wakatobi Update menggunakan cookie untuk memastikan kenyamanan pengguna serta meningkatkan kualitas layanan dan konten. Dengan terus mengakses situs ini, Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami. Cookie Policy